the quieter u are, the more u're able to hear ...

Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Naskah Kuno Kristus Merah


Santa Cruz – Para Peneliti dari Amerika Serikat (AS) mengatakan, naskah yang sangat kuno 'salib patung kristus merah' yang terlihat di Inggris 1.200 tahun silam diklaim mampu memecahkan misteri kosmik.Ingin tahu?
Fenomena yang diduga merupakan ledakan supernova tak dikenali itu diklaim mampu menjelaskan misteri tingkat karbon 14 di pohon cemara di Jepang. Seperti yang di ketahui, tingkat karbon 14 memutuskan radioaktif dari waktu  ke waktu pada laju yang konstan. 
Ahli biokimia Jonathan Allen dari Univeristy of California mengaku menemukan keanehan pada cincin pohon itu yang diduga terjadi akibat radiasi energi tinggi di atmosfer.
Namun penyebab ledakan supernova itu tak diketahui karena tak ada catatan sejarah memuatnya. “Sejarah yang tertulis sangat terbatas,” katanya.
Kemudian, Allen pun melakukan penelusuran di internet dan menemukan naskah kuno yang memuat kejadian ‘salib patung kristus merah’ dari Yale University.
“Temuan ini membuat saya berpikir penyebabnya adalah kejadian luar angkasa,” kata astronom Geza Gyuk dari Adler Planetarium.
Tertulis di naskah, obyek tampak di langit barat setelah matahari terbenam.
“Artinya, kejadian ini bergerak dari belakang matahari bersamaan munculnya ‘bintang baru’,” katanya.
Sejumlah supernova memang diakui para ahli ‘menghilang’ dari catatan sejarah.
“Langit merupakan tempat yang sangat besar dan catatan sejarah tak terlalu bagus,” tutupnya .


Entry di Kumpulan Berita Teknologi oleh Budi Haris Sandi

Stempel Tanda Halal Kuno Ditemukan

Para arkeolog Israel menemukan stempel keramik berusia 1.500 tahun. Stempel kuno temuan ini biasa digunakan untuk menandai roti yang halal. Seperti apa?
Israel Antiquities Authority menemukan ‘stempel roti’ halal selama penggalian di Horbat Uza, timur Acre, Israel. Para ahli mengaku yakin stempel ini milik pembuat roti yang menyediakan roti halal untuk Yahudi dari Acre selama periode Bizantin.
“Sejumlah stempel dengan gambar Menorah diketahui berasal dari koleksi berbeda. Kuil Menorah yang merupakan simbol Yahudi mengindikasikan stempel ini milik bangsa Yahudi. Tak seperti stempel roti Kristen dengan pola salib, pola pada stempel ini umum dijumpai di periode Bizantin,” kata direktur penggalian Gilad Jaffe dan Danny Syon.
Stempel ini bernilai penting karena membuktikan komunitas Yahudi ada di pemukiman di Uza di periode Kristen-Bizantin, lanjutnya. “Keberadaan pemukiman Yahudi dengakt Acre ini merupakan inovasi dalam riset arkeolog,” tutupnya seperti dikutip UPI.

Entry di Kumpulan Berita Teknologi oleh Budi Haris Sandi

Kiamat 2012 Tidak Diramalkan Suku Maya, Benarkah ?

Banyak orang beranggapan (khusunya orang barat) bahwa akhir dunia akan jatuh pada 21 Desember 2012 karena didasarkan pada perhitungan kalender Bangsa Maya, tapi benarkah seperti itu? Dan apakah Bangsa Maya memang meramalkan seperti itu? Dan bagaimana pula hal ini jika ditinjau dari Al Qur'an dan Hadits? Berikut ini sedikit uraian.

Kalender Maya adalah kalender yang djadikan acuan oleh Bangsa Maya yang mendiami wilayah Amerika Tengah sejak ribuan tahun lalu. Bangsa Maya sendiri memakai lebih dari 20 jenis kalender, diantaranya Tzolkin, Haab' dan Kalender Hitung Panjang (Long Count).

Kalender Tzolk'in terdiri dari 260 hari (20 hari X 13 minggu). Semua hari dalam kalender Tzolk'in memiliki nama dan arti berbeda dan dilengkapi dengan huruf huruf  Hieroglyph. Sedangkan kalender Haab' terdiri dari 365 hari (20 hari X 18 bulan) + 5 hari. 5 hari tambahan itu disebut Wayeb' atau (five unlucky days) sehingga tidak dimasukkan dalam bulan manapun dan hanya ditambahkan pada 5 hari terakhir kalender Haab'. Kalender Tzolk'in dan Haab' jika digabungkan akan berakhir pada saat yang sama setelah 52 tahun.

Tetapi bukan kedua kalender itu yang memicu perdebatan tentang isu Kiamat 2012, tapi kalender Long Count lah yang menjadi penyebabnya. Inilah alasannya:

Seperti sistem perhitungan Bangsa Maya lain yang menggunakan basis 20 yaitu 0 samai 19, kalender long count juga menggunakan basis 20 (sekedar catatan, sistem perhitungan penanggalan modern menggunakan basis 10 yaitu 0 sampai 9). Sistem kalender Gregorian (Masehi) terdiri dari Tahun, Bulan, Minggu dan Hari. Sedangkan long count Bangsa Maya terdiri dari B'ak'tun, K'atun, Tun, Uinal dan K'in, dengan perincian sebagai berikut:

1 K'in = 1 hari = 0.0.0.0.1
1 Uinal = 20 K'in = 20 hari = 0.0.0.1.0
1 Tun = 18 Winal = 360 hari = 0.0.1.0.0
1 K'atun = 20 Tun = 7200 hari = 0.1.0.0.0
1 B'ak'tun = 20 K'atun = 144.000 hari = 1.0.0.0.0

Jadi 1 B'aktun (144.000 K'in/hari) setara dengan 394,3 tahun Masehi/Gregorian (hasil dari 144.000 dibagi dengan 365 hari).

Sekarang yang harus kita ketahui bersama yaitu kalender long count Bangsa Maya dimulai atau hari pertama penanggalan mereka (0.0.0.0.1) tepat pada 13 AGUSTUS 3114 sebelum masehi atau 3113 jika mengabaikan tahun 0 masehi. ini didasarkan pada tanggal penciptaan bumi menurut kepercayaan Bangsa Maya.

Kita misalkan hari ini 23 Desember 2011, berarti kalau dikurangkan dengan 13 Agustus 3114 SM logika nya akan terdapat 1.871.660 hari, tapi kita perlu menghitung lagi karena berubahnya sistem kalender Julian ke kalender Gregorian pada 1582 tepatnya saat itu setelah tanggal  4 Oktober langsung ke 15 Oktober 1582 sehingga kita 'kehilangan' 10 hari. Pergantian kalender Julian juga dikarenakan selisih waktu antara kalender Julian dengan tropical year sebanyak 11 menit pertahun sehingga membuat 'hilangnya' 1 hari setiap 128 tahun.

dengan metode Julian Day: 23 Desember 2011 = JD 2.455.920,5 dan 13 Agustus 3114 SM = JD 584.284,5. Maka hasil pengurangannya adalah 1.871.636 hari. Sekarang kita tinggal mengkonversikan ke dalam Long Count. hasilnya:

12.19.18.17.16
12 b'ak'tun = 1728000 hari (sisa 143.636 hasil dari 1.871.636 dikurangi 1.728.000)
19 k'atun = 136.800 hari (sisa 6.836 hasil dari 143.636 dikurangi 136.800)
18 tun = 6.480 hari (sisa 356 hasil dari 6.836 dikurangi 6.480)
17 uinal = 340 hari (sisa 16 hasil dari 356 dikurangi 340)
16 k'in = 16 hari

Kita sudah tau cara penghitungannya, lantas apa hubungannya dengan 21 Desember 2012?

21 Desember 2012 menandakan 'pergantian era' menurut kalender long count Bangsa Maya karena berakhirnya b'ak'tun ke 12 menuju b'ak'tun ke-13 (13.0.0.0.0), b'ak'tun ke-13 juga biasa disebut b'ak'tun ke-0 karena menjadi awal dari siklus berikutnya (dalam hal ini siklus yang dimaksud mungkin adalah perubahan peradaban umat manusia, baik secara fisik dan spiritualitas). Ingat, 13 b'ak'tun berarti siklus 1.872.000 hari atau 5.125 hari. Bangsa Maya sendiri tidak menyinggung tentang kiamat sama sekali baik menurut penuturan orang Maya sendiri maupun dari prasasti yang ditemukan arkeolog. bukti terbaru yang prasati ditemukan oleh seorang arkeolog Australia, Sven Gronemeyer di Tabasco, Meksiko menguraikan, dalam prasati itu menceritakan tentang kembalinya dewa dalam mitologi Bangsa Maya, Bolon Yokte pada b'ak'tun ke-13. Bahkan keturunan Maya asli sama sekali tidak tahu tentang isu kiamat tersebut.

Yang cukup masuk akal bagi kita adalah penjelasan dari para ilmuwan yang menyatakan bahwa pada 21 desember 2012 merupakan puncak nya siklus 11 tahunan peristiwa badai matahari. Badai matahari nanti yang diprediksi jauh lebih dasyat dibanding yang terjadi beberapa tahun belakangan akan menimbulkan gelombang radiasi yang dapat mengoyak lapisan ozon dan medan magnet bumi, pergeseran kutub bumi dan gangguan sistem telekomunikasi kabel dan nirkabel, gelombang radio maupun TV dan juga sistem satelit, bisa dikatakan sebagai kiamat teknologi walau tidak menimbulkan efek secara langsung bagi manusia.

Namun anggapan orang barat mengenai ini sungguh berbeda, lewat propaganda dari buku buku tentang 2012 seperti 2012: Mayan Year of Destiny, Beyond 2012: Catastrophe or Awakening?, The Mystery of 2012: Prediction, Prophecies, and Possibilities, How To Survive 2012, dan masih banyak lagi. Bahkan film '2012' sangat sukses mendoktrin pemirsanya untuk mempercayai isu ini, ditambah dengan film kontroversial lain yakni 'Knowing' yang menggambarkan tentang peristiwa badai matahari secara berlebihan. Semua itu hanya digunakan untuk menyesatkan seluruh umat manusia.

Lalu bagaimana kita menyikapi ini?

Pertama, yakinilah bahwa tidak ada sumber hukum lain yang terpercaya selain Al Qur'an, karena Al Qur'an tidak diragukan lagi kebenarannya. Selain itu berpegang juga pada Al Hadits, Hadits adalah adalah perkataan dan perbuatan dari Rasulullah Muhammad saw, segala perkataanya tidak ada kedustaan dan kesia-siaan, segala tindakannya adalah bernilai ibadah. Kembalikan lah semua permasalahan kepadanya (Al Qur'an dan Hadits) serta Ijtihad. Tidak perlu bagi kita untuk mempercayai sesuatu yang tidak berdasar, seperti ramalan dan semacamnya.

Mengenai datangnya kiamat, Baginda Rasulullah saw bersabda:

“Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam a.s, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”. – Hadis Riwayat Muslim

Tanda-tanda besar
  • Hijaunya bumi Arafah.
  • Lahirnya ramai anak-anak hasil perbuatan zina
  • Keluar sejenis binatang dari perut bumi yang digelar Dabbatul Ardhi.
  • Keluar asap tebal dibumi Hijaz.
  • Munculnya nabi-nabi palsu yang ke 40.
  • Berlaku perang besar di kawasan Kaukasus.
  • Runtuhnya Kaabah akibat diserang oleh orang Habsyah.
  • 3 kali gempa bumi.
  • Muncul Dajjal.
  • Munculnya Imam Mahdi.
  • Turunnya Nabi Isa a.s. dan membunuh Dajjal.
  • Keluarnya bangsa Yakjuj dan Makjuj (Gog Magog).
  • Diangkat Al-Quran dan ilmu-ilmu agama (Addin) dari manusia.
  • Matahari terbit dari ufuk barat.
  • Terdengar tiupan sangkakala pertama, kedua
Tidak akan terjadi kiamat sampai semua tanda diatas terjadi. Sekali lagi kita hanya harus percaya kepada Al Qur'an dan Hadits. Allah memberikan kita akal pikiran untuk berpikir karena sesungguhnya Allah menunjukkan tanda tanda Kebesaran Nya bagi mereka yang mau berpikir. Apakah ini berarti kiamat masih jauh? Tidak juga.

"Orang bertanya kepada engkau tentang Sa’at (Hari Berbangkit). Katakanlah: “Ilmu tentangnya hanyalah dari sisi Allah”. Dan engkau tidak mengetahui, boleh jadi Sa’at (Hari Berbangkit) itu berada dekat? (QS. Al Ahzab:63)

Entry di Kumpulan Berita Teknologi oleh Budi Haris Sandi

Terungkap Penyebab Moyang Neanderthal Musnah


Setelah melakukan penelitian, para peneliti mengaku berhasil menemukan penyebab musnahnya bangsa Neanderthal. Ingin tahu?
Neanderthal musnah karena bangsa ini terlalu pandai untuk diri mereka sendiri. Peneliti mengatakan, sepupu manusia gua ini cukup modern. Otak dan daya tarik bangsa ini membuat moyang manusia memilihnya sebagai pasangan.
Para peneliti Arizona State University memiliki teori dari data yang diambil selama zaman es menyatakan, Neandhertal dan manusia modern hidup berdampingan selama ribuan tahun sebelum akhirnya punah 30 ribu tahun silam.
Hasil studi menunjukkan, perkawinan kedua bangsa ini seperti bunuh diri, ungkap profesor Julien Riel-Salvatore dari University of Colorado. “Mereka adalah korban dari keberhasilan mereka sendiri,” katanya.
Manusia menganggap Neanderthal merupakan pasangan sempurna yang lambat laun mengakibatkan Neandhertal punah. “Model komputer yang dilakukan bisa menambah pemahaman untuk menentukan keputusan demi masa depan,” tutupnya


Entry di Kumpulan Berita Teknologi oleh Budi Haris Sandi

Relik 'Tengkorak Kristal' Suku Maya Terbukti Nyata


 Relik ‘tengkorak kristal’ peradaban Amerika kuni ini sebelumnya dinyatakan palsu. Namun kini bukti menunjukkan, ‘tengkorak kristal’ ini merupakan hal nyata.
Tak hanya itu, para ahli yakin, relik yang terkubur bersama pemiliknya antara 250-600 ini diduga kuat merupakan replika ‘pelindung tangan’ yang dipakai saat suku Maya bermain permainan serupa squash. Perbedaan nyatanya, pihak kalah akan menjadipersembahan.


Entry di Kumpulan Berita Teknologi oleh Budi Haris Sandi
Menurut kurator museum Justin Jennings, tengkorak ini diberikan pada museumnya pada awal 1970-an. Tengkorak ini terbuat dari batu kapur yang bisa digunakan bangsa ini mengukuri ukiran Maya di kota Palenque.
Di ukuran sebenarnya, tengkorak ini seukuran tengkorak kera, bukan manusia dengan delapan gigi yang terbuat dari kerang dan satu gigi hitam dari besi.
Menurut Jennings seperti dikutip DM, tengkorak ini diduga kuat merupakan simbol pertahanan selama permainan tersebut.
Tengkorak ini merupakan bagian pameran seni Maya di Museum of Toronto di Kanada

Pejuang Valhalla dari Viking Ditemukan di Inggris

Ahli menemukan makam yang berisi seorang pejuang perang Viking yang ditakdirkan pergi ke Valhalla. Mayat ini ditemukan bersama pedang, kapak dan tempat minum tanduk.
Arkeolog menggali pejuang ini di Ardnamurchan dan menjadi temuan Viking pertama yang pernah ada di dataran Inggris. Temuan ini membawa kembali pada 1000 saat kejayaan ‘Era Viking Kedua’.
Makam ini membawa kembali pada saat penaklukan di daerah itu selesai dan Canute menjadi raja Denmark pertama untuk seluruh Inggris. Situs pemakaman ini memiliki panjang 5m dan lebar 1,5m.
Tak hanya kapak, pedang, tombak, perisai, dan tembikar menemani pejuang ini, batu asah juga bisa ditemukan. Pejuang yang hanya tinggal gigi dan beberapa serpihan tulang ini nampaknya dikubur dengan ritual Pagan.
Perlengkapan yang ada disiapkan untuk pejuang ini untuk ke Valhalla tempat pejuang Viking paling berani yang akan hidup abadi. “Artefak ini menunjukkan salah satu makam paling penting,” papar Dr Hannah Cobb dari Manchester University

Kota Bawah Laut Yunani 'Bangkit' dari Kubur

Nottingham – Para peneliti Inggris berupaya membawa kembali kita bawah laut Yunani yang tenggelam tiga ribu tahun lalu. Kini orang bisa mengetahui penampakan kota itu.
Memanfaatkan teknologi digital, para peneliti menciptakan ulang kota Yunani yang tenggelam seperti yang digambarkan di era Iliad Homer.
Memadukan peralatan survei bawah air dengan software rekonstruksi, ilmuwan menciptakan versi 3D pelabuhan zaman perunggu yang tenggelam tiga ribu tahun lalu itu.
Pertama, peneliti University of Nottingham mensurvei situs 80 ribu meter persegi dengan margin kesalahan sekitar 1 inci. Menurut ilmuwan, nama asli dan afiliasi politik situs ini masuk menjadi misteri
Namun, bukti menyatakan, situs ini muncul pada 1.000-2.000 Sebelum Masehi (SM) dan diduga kuat terkait Peradaban Minoan di Pulau Crete yang letaknya 128,7 kilometer selatan Mediterania.
Gempa pada milennium pertama SM diduga kuat merendahkan tinggi tanah dan menarik kota ke bawah laut.
“Menyurvei kota merupakan operasi yang unik. Tempat ini merupakan salah satu dari beberapa tempat di Bumi yang arkeolog bisa berenang di sepanjang jalan kota kuno itu atau melihat ke dalam makam yang ada,” papar Jon Henderson dari Underwater Archerology Research Center Nottingham seperti dilaporkan UPI.

Ribuan Nazca Misterius Muncul di Timur Tengah

Garis Nazca Peru, geoglyph misterius, diukir di padang pasir berabad-abad silam oleh kelompok pribumi. Kinii pola misterius serupa ditemukan di Timur Tengah. Seperti apa?
Fotografi satelit dan udara mengungkap ‘roda’ batu misterius yang jauh lebih banyak dan tua dibanding garis Nazca di Suriah, Arab Saudi dan Yordania.
Struktur ini diperkirakan dari 2.000 tahun silam. Namun, pola ini tetap mengherankan para arkeolog dan sejarawan.
“Orang-orang mungkin telah melewatinya selama berabad-abad tanpa mengetahui apa itu sebenenarnya,” ujar profesor sejarah klasik dan kuno David Kennedy dari University of Western Australia.
Warga lokal di Arab Saudi, Yordania, Libya, Mesir dan Israel menyebutnya ‘karya orang tua’.
Pola semacam ini kerap ditemukan di lahan lava. Menurut Kennedy, pola ini muncul dalam banyak bentuk, termasuk ‘layang-layang’, hewan, garis acak dan persegi. Tak satu pun pola ini diyakini sejajar bintang dan hal ini menambah misteri yang menyelimutinya.
Pola ini pertama kali ditemukan pada 1927 oleh pilot RAF Lt Percy Maitland

Ternyata Shakespeare Suka Hisap Ganja

Penemuan terakhir menyatakan bahwa William Shakespeare menghisap ganja, coba dibuktikan oleh sekelompok ahli paleontologi ingin menggali makamnya untuk membuktikan teori tersebut.

Francis Thackeray, seorang anthropolog dan Direktur dari Institute for Human Evolution di University of Witwatersrand di Johannesburg, Afrika Selatan, telah membuat sebuah permintaan resmi ke pihak Church of England untuk menggali makam Shakespeare. Demikian seperti yang dikutip dari Raw Story, Senin (27/6/2011).

"Kami memiliki teknik khusus untuk meneliti makam tersebut. Kami pun tidak bermaksud sama sekali untuk memindahkan jasadnya," jelas Thackeray.

Setelah meneliti makam tersebut, tim yang dipimpin oleh Thackeray berharap dapat mengetahui lebih mengenai kehidupan Shakespeare, bahkan sampai penyebab kematiannya.

"Pertumbuhan pada gigi mampu menunjukkan masa-masa ketika Shakespeare mengalami stres atau demam. Sebagai contoh, plak pada gigi, hal tersebut banyak menewaskan orang di era tahun 1600," ujarnya.

Tes lebih lanjut juga bisa meneliti apakah Shakespeare juga menghisap ganja. "Jika kami menemukan lekuk di giginya, maka hal tersebut bisa menjelaskan kalau ia menghisap pipa untuk merokok," papar Thackeray.

Sebelumnya, penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 menemukan sebuah pipa hisap di halaman rumah Shakespeare. Hal tersebut menunjukkan bahwa Shakespeare mungkin memiliki kebiasaan menghisap ganja.

"Meski kandungan ganja sangat sedikit ditemukan di pipa tersebut, tapi buktinya tetap ada," kata Tommy Van Der Merwe, yang mengujicobakan pipa tersebut di Forensic Science Laboratory, Afrika Selatan.

Bahkan beberapa puisi karya William Shakespeare juga menyebutkan kata 'ganja' atau yang berhubungan dengannya.

William Shakespeare adalah penyair berkebangsaan Inggris, yang disebut sebagai salah satu penyair terbaik sepanjang masa.

Ratusan Makam Suku Maya Ditemukan di Meksiko

Sekelompok arkeolog dari National Institute of Anthropology and History (INAH) di Meksiko, baru-baru ini menemukan 116 makam berusia lebih 1.000 tahun. Makam-makam ini dekat dengani situs Maya di wilayah selatan Meksiko.

Seperti yang dikutip dari Reuters, Kamis (30/6/2011), makam-makam tersebut ditemukan dekat reruntuhan bangunan Maya di Comalcalco, negara bagian Tabasco, Meksiko.

Pihak INAH mengatakan bahwa di situs lokasi ditemukan 66 kerangka di dalam jambangan pemakaman, lalu potongan-potongan tulang lainnya juga ditemukan di sekeliling jambangan tersebut.

Penelitian ini berhasil menemukan banyak kerangka, yang dipercaya oleh para ilmuwan merupakan yang terbanyak wilayah tersebut. Para arkeolog yang melakukan penelitian percaya bahwa situs tersebut merupakan makam dari kebudayaan pra-Hispanik.

Makam-makam tersebut ditemukan di dalam gundukan tanah tebal, yang berjarak 2,8 km ke utara dari situs Great Acropolis di Comalcalco.

"Situs ini akan menyediakan informasi yang sangat berharga. Ekspedisi selama 35 hari yang kami lakukan berhasil menemukan 116 kerangka," ujar Richardo Armijo, kordinator di lokasi penggalian.

Armijo juga mengatakan bahwa 66 jambangan besar yang ditemukan beserta kerangka di dalamnya, membuktikan bahwa yang dikubur merupakan kaum terpandang suku Maya.

Benda-benda lainnya yang juga ditemukan di lokasi pemakaman tersebut adalah peluit, keramik, pisau, golok, batuan ukir, dan lain-lain.

Para arkeolog yang meneliti situs tersebut percaya bahwa makam-makam tersebut berusia 1.161 sampai 1.200 tahun.

Suku Maya banyak membangun kuil di selatan Meksiko dan Amerika Tengah pada 750 sampai 850 tahun sesudah masehi. Mereka mendominasi kedua wilayah tersebut selama dua ribu tahun, sebelum akhirnya secara misterius meninggalkan kota-kota mereka pada tahun 900 sesudah masehi.

Ditemukan, Mummi Hutan di Kanada

Mummi hutan ditemukan di utara jauh Kanada. Mummi hutan ini memberi petunjuk bagaimana tanaman bertahan hidup selama pendinginan global kuno.
Para peneliti Ohio State University mempercayai pohon-pohon ini terkubur tanah longsor, dan terawetkan 2-8 juta tahun silam. Mummi hutan ini dapat membantu peneliti memprediksi bagaimana flora Arktik masa kini merespon pemanasan global.
Seperti dikutip dari UPI, “Mummi hutan tak begitu biasa, tapi yang membuat temuan ini unik adalah keberadaanya di utara jauh,” kata ilmuwan riset di Byrd Polar Research Center and School of Earth Sciences OSU Joel Barker.
“Ketika iklim mulai mendingin 11 juta tahun silam, tanaman-tanaman ini menjadi yang pertama merasakan efeknya. Karena bahan organik pohon-pohon ini tersimpan dengan baik, kita bisa mendapat tampilan resolusi tinggi dari seberapa cepat perubahan iklim dan bagaimana tanaman merespon perubahan itu”.
Peneliti mengatakan pohon yang paling umum dijumpai di situs Pulau Ellesmere Kanada itu adalah pohon cemara dan birch. Pohon-pohon ini setidaknya berusia 75 tahun ketika mati. Namun, dengan cincin pertumbuhan yang sangat sempit dan daun berukuran kecil, seolah pohon-pohon ini menderita banyak tekanan ketika masih hidup.
“Pohon-pohon ini hidup pada masa sulit Arktik,” ujar Barker. “Pulau Ellesmere berubah cepat dari lingkungan hutan gugur hangat menjadi hutan hijau. Pohon-pohon ini harus bertahan dalam kegelapan dan iklim dingin. Hal itulah yang menyebabkan cincin pertumbuhan mereka tumbuh begitu sedikit, dan lambat,” tambahnya.

Penampakan UFO Terbesar Di China

Pada 2010 banyak kemunculan UFO di China. Sebagian sudah dibantah oleh astronom, namun masih ada yang jadi misteri.
People Daily melaporkan penampakan di Pujiang, provinsi Zhejiang pada 3 September . Wang Chunlin, dari Pujiang provinsi Zhejiang mengatakan kepada media lokal ia memiliki video pengamatan UFO dan ia menegaskan video itu asli. Penduduk lain, Yang Zhenhai melihat objek mengkilap di langit dan menyebarkan berita itu di grup obrolan online. Wang yang juga temasuk dalam kelompok itu kemudian merekamnya.
Penampakan lain adalah pada 7 Juli di Hangzhou provinsi Zhejiang. Anggota Staf di Bandara Internasional Hangzhou melihat objek melalui peralatan pemantauan mereka sekitar jam 21.00 dan segera menutup bandara dan banyak penerbangan tertunda. Staf bandara mengatakan mereka tidak bisa melihat objek secara langsung, tetapi beberapa warga Hangzhou menyatakan mereka melihat sebuah UFO sekitar pukul 01.00. Tidak ada bukti apa yang mereka lihat itu adalah objek yang sama yang muncul di dekat bandara.
Penampakan 26 Juli 3 terjadi di Leshan, provinsi Sichuan. Tiga benda berkilau menyerupai matahari muncul di langit sekitar jam 8 malam dan penduduk Leshan dilaporkan banyak yang menyaksikan. Objek itu bertahan selama lebih dari 10 menit. Wang Sichao, seorang astronom dari Observatorium Gunung Ungu, Academy of Sciences China mengatakan penampakan itu disebabkan oleh bias sinar matahari.
Pada jam 8 malam 21 Maret, penduduk Chongqing mulai mendiskusikan beberapa benda mengkilap yang mereka lihat. Objek itu digambarkan sebagai 2-4 benda mengkilat yang bergerak cepat di langit. Astronom lokal mengatakan hal itu mungkin disebabkan oleh bias petir.
Penampakan juga terjadi di Hong Kong pada 8-9 September . Hari itu sedang badai di Hong Kong dan banyak penduduk mengatakan mereka melihat UFO. Benda itu dijelaskan berbentuk bulat dengan deretan lampu. Wang Sichao, seorang astronom di Purple Mountain Observatory, China Academy of Sciences mengatakan hal itu mungkin disebabkan oleh bias petir.
UFO dilaporkan muncul di daerah otonom Liuzhou, Guangxi Zhuang pada 11 Agustus. Sebuah objek yang sangat berkilat, terbang dengan kecepatan tinggi dan menjadi topik panas di stasiun radio lokal. Objek itu dijelaskan sebagai berdiameter 20 cm dan panjang 120 cm, dengan ujung depan kuning dan latar belakang lampu hijau. Beberapa warga mengatakan anak-anak yang takut pada obyek mengkilap itu menangis. Beberapa warga dari Guilin dan kota Nanning mengatakan mereka juga melihat objek itu. Beberapa astrophiles menjelaskan hal itu adalah meteor.
Pada 11 Oktober, UFO terlihat di Taiyuan provinsi Shanxi. Media setempat mengatakan bahwa dua benda mengkilap muncul di langit pada malam 11 Oktober. Satu objek berukuran besar dan lainnya kecil.
UFO terlihat di Pingyao, provinsi Shanxi pada 22-23 September. Dua fotografer muda, Gu Peiwen dan Sun Jiali memotret objek mengkilap saat mengambil gambar di Pingyao saat malam. Seorang wanita muda yang baru saja lewat juga yakin dia melihat objek yanag ada di dalam foto. Benda itu datar dengan dua cahaya balok.
Pada 11 September UFO dilaporkan muncul di daerah otonom Baotou, Mongolia. Biro manajemen lalu lintas udara lokal melihat UFO melalui peralatan pemantauan mereka 40 kilometer timur Baotou sekitar pukul 20.00 dan meminta bandara di Baotou menjadwal ulang beberapa penerbangan. Pada 22.00, penerbangan kembali normal.
Pada malam hari banyak warga Urumqi melihat benda terbang bundar mengkilat mengarah perlahan ke timur, dengan lampu belakangnya. Keesokan harinya objek itu menjadi topik panas di stasiun radia lokal. Beberapa astronom mengatakan objek sebenarnya adalah sebuah rudal yang diluncurkan oleh militer AS

Sejarah India Diragukan Akibat Serangga Kuno

Penemuan serangga langka berusia jutaan tahun menimbulkan pertanyaan penting. Berapa lama India terisolasi sebelum bergabung dengan benua Asia?

Serangga seperti lebah, rayap, laba-laba dan lalat terkubur di situs Cambay, India sebelah barat setidaknya 50 juta tahun lalu.

Awalnya, ilmuwan menganggap bahwa India merupakan pulau terpencil yang terpisah dari benua Asia. Oleh karena itu, ada beberapa serangga yang secara signifikan berbeda dengan di berbagai tempat lain di Asia.

Namun, studi terbaru yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences menyebutkan bahwa serangga tidak seunik perkiraan sebelumnya karena kurun waktu India yang terpisah dengan tempat lain masih belum diketahui secara jelas.

"Kami tahu bahwa India terisolasi namun waktu persisnya belum jelas," ujar David Frimaldi, kurator di Divisi Makhluk Invertebrata di American Museum of Natural History.

Bukti biologis dari situs terbaru ini menunjukkan adanya hubungan biotik baru, ujar Grimaldi.

Ia memperkirakan adanya durasi yang jauh lebih panjang dari perkiraan terkait penemuan jenis tumbuhan dan hewan baru.

Sebelumnya, India diperkirakan terpisah dari benua Afrika dan tergabung di Asia pada 50 juta tahun lalu sehingga menciptakan pegunungan Himalaya.

Namun, ilmuwan tidak melihat proses evolusi yang sangat mirip antara India dan Afrika. Ahli geologi tanah Michael Engel dari Universitaet Bonn, Jerman mengatakan bahwa India lebih mirip dengan Eropa Utara, Asia, Australia dan Amerika.

India tidak sepenuhnya terisolasi meskipun berdasarkan perhitungan waktu di Cambay, keberadaan serangga ini terjadi saat India berbenturan dengan Asia.