the quieter u are, the more u're able to hear ...

Ahli Bikin Sumber Listrik Nirkabel Menakjubkan

Cambridge – Peneliti Amerika Serikat (AS) berhasil membuat solusi baru memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan listrik tanpa adanya kabel. Bagaimana?
Peneliti berhasil membuat ‘daun’ buatan dari silikon yang mampu menggunakan cahaya matahari guna memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen untuk memberi ‘makan’ sel bahan bakar untuk menghasilkan listrik.
“Teteskan pada gelas, keluar dan taruh di bawah matahari, gelembung hidrogen dan oksigen akan mulai muncul,” ujar profesor Daniel Nocera dari MIT yang menciptakan alat ini.
Daun ini dapat memecahkan tantangan yang ada dalam tenaga surya, yakni cara menyimpan energi yang dihasilkan matahari agar bisa digunakan saat hari berawan.
Menggantikan mengisi ulang baterai, energi bisa disimpan sebagai gas oksigen dan hidrogen yang kemudian dipadukan dalam sel bahan bakar untuk menghasilkan listrik.
Selanjutnya, meningkatkan teknologi ini untuk menghasilkan cukup hidrogen dan oksigen untuk sel bahan bakar yang memberi listrik pada mobil atau rumah.
“Saya suka teknologi ini karena kesederhanaannya. Saya tak buruh kabel atau semacamnya. Itulah yang dilakukan daun, daun mengambil cahaya matahari dan membuat arus nirkabel seperti yang terjadi pada teknologi ini,” tutupnya

Manusia Bisa Hidup dalam Lubang Hitam

London – Meski dianggap sebagai tenaga paling menghancurkan dan tak bisa dihuni, ternyata kondisi agar kehidupan bisa muncul terdapat dalam lubang hitam raksasa (SBH). Benarkah?
Kosmolog Vyacheslav Dokuchaev dari Rusia mengatakan, jika kehidupan benar ada di SBH, kehidupan akan berevolusi menjadi peradaban paling maju di galaksi. SBH merupakan tenaga gravitasi kuat yang menyedot apa pun di dekatnya, termasuk cahaya.
Tak hanya itu, apa pun yang melintas ‘horizon’ SBH akan lenyap begitu saja. Namun, Dokuchaev dari Institute for Nuclear Research of the Russian Academy of Sciences Moskow ini mengatakan, memadukan bukti yang ada dengan hasil riset terbaru memberi kemungkinan yang sangat menarik bagi beberapa jenis SBH.
Di dalam sebuah SBH terdapat wilayah tempat foton mampu selamat dalam obit periodik stabil. Dokuchaev memperhitungkan, jika ada orbit stabil untuk foton, tak ada alasan obyek lebih besar tak bisa berada di sana, termasuk planet
Kendalanya, orbit stabil ini hanya ada setelah melintas batas horizon SBH, yang waktu dan ruang saling mengalir.
Horizon SBH dikenal sebagai titik tak bisa kembali. Namun di luar titik itu terdapat domain lain yang dikenal sebagai Cauchy horizon tempat waktu dan ruang kembali berada dakam kondisi stabil. Namun, menurut hasil studi yang diterbitkan di jurnal arXiv, jenis kehidupan yang bisa ada di kondisi SBH adalah peradaban Type III di Kardashev Scale.
Terdapat tiga tingkat dalam skala itu, satu terendah dan tiga tertinggi. Manusia sendiri masih masuk tingkat satu, yakni untuk memahami planetnya sendiri.
“Interior SBH bisa dihuni peradaban maju yang tak terlihat dari luar,” katanya.
Meski teori ini sangat menarik, proposisi Dokuchaev hanya bisa menjadi teori.

Inilah Mobil 'Cetak' Pertama di Dunia

Sebuah mobil berhasil diciptakan menggunakan printer khusus. Mobil yang terbuat dari berlapis-lapis komposit super tipis ini disatukan perlahan menjadi satu.
Urbee tak seperti kebanyakan ‘inovasi’ mobil yang hanya muncul lima tahun sekali. Mobi ini dibuat untuk inovasi jangan 30 tahun. Kepala proyek Jim Kor mengatakan,”Bagi kami, mobil ini menjadi terobosan luar biasa”.
Bagian bawah merupakan mesin hibrida bahan bakar dan listrik yang membantu membuatnya menjadi mobil paling hijau di dunia.
Para ahli mengatakan, mobil ini menggunakan energi delapan kali lebih sedikit dibanding kendaraan serupa. Mobil ini memiliki rancangan ramping dan futuristik yang membuatnya seperti properti film sains fiksi.
“Mobil jelas mengubah cara piker dalam menufaktur dan cara ini akan merevolusi cara orang memproduksi sesuatu. Proses printing 3D ini akan mengubah cara manusia mengganti bagian-bagian dalam mesin,” kata Kor.
Urbee yang butuh 15 tahun untuk bisa diciptakan memiliki tiga roda, dua tempat duduk dan sebuah mesin pembakaran untuk keadaan darurat.
Saat dipasarkan, mobil ini diperkirakan dijual seharga US$50 ribu (Rp452 juta). Meski begitu, saat mobil ini bisa diproduksi massal, harga bisa menjadi lebih murah lagi.

Gen Penyebab Manusia Tak Miliki Sidik Jari

Sebagian besar manusia memiliki sidik jari dan tak memiliki sidik jari bisa menjadi mimpi buruk. Namun, memang ada orang yang tak memiliki sidik jari secara alami.
Pada 1930-an, penjahat John Dillinger rela kesakitan membakar sidik jarinya dengan asam guna menghilangkan sidik jarinya agar tak bisa dikaitkan dengan kejahatannya.
Tak memiliki sidik jari bisa menyebabkan masalah pada kendali perbatasan dan saat membuktikan identitas diri.
Kini, ilmuwan berhasil menemukan gen di balik kondisi langka yang membuat orang tak memiliki sidik jari. Kondisi ini disebut Adermatoglyphia yang membuat penderitanya terlahir tanpa pola pada jarinya.
Temuan baru profesor Eli Sprecher dari Tel Aviv University ini menunjukkan adanya mutasi genetik yang bertanggung jawab atas kondisi tak biasa ini.
Kondisi ini menarik perhatian dunia saat wanita Swiss mencoba melewati perbatasan Amerika Serikat (AS) yang mewajibkan pemeriksaan sidik jari bagi selain warga setempat.
Ilmuwan menemukan, gen SMARCAD1 mempengaruhi perkembangan sidik jari. Mereka yang tak memiliki sidik jari memiliki tingkat gen ini yang rendah.
Namun, “Faktor yang mendasari pembentukan pola sidik jari selama perkembangan embionik masih menjadi misteri,” ujarnya
Hasil temuan ini diterbitkan di American Journal of Human Genetics

Virus Ini Ubah Ulat Jadi Zombie Menakutkan

Layaknya plot film horor, terdapat virus yang mampu mencuci otak ulat dan memaksa hewan ini naik pohon dan mengubahnya menjadi bahan pekat. Bagaimana?





Ilmuwan Penn State University menemukan gen tunggal yang membuat virus mampu mengeluarkan perilaku gelapnya. Ulat biasanya kembali ke tanah untuk bersembunyi setelah makan daun.
Namunbaculovirus memprogram ulang ulat agar tetap berada di pohon, melelehkannya kemudian masuk ke dalamnya untuk menginfeksi lebih banyak makhluk lain.
Dalam artikelnya di Science, peneliti Kelli Hoover mengatakan, saat ulat senang dan sehat, mereka bisa naik ke pohon di malam hari untuk makan daun.
“Kemudian, ulat kembali ke tanah di pagi hari untuk bersembunyi dari predator. Ketika ulat terinfeksi dan kondisi makin parah, ulat tetap di atas pohon dan mati di sana. Terdapat gen lain pada ulat yang membuatnya meleleh sehingga menjadi kolam jutaan partikel virus yang kemudian menetes di dedaunan di bawahnya untuk menginfeksi hewan lainnya,” paparnya.
Tim peneliti menemukan, gen yang bertanggung jawab mengendalikan ulat ini disebut egt.
Dalam pengujian seperti dikutip Dailymail, efek zombie dapat dihentikan melalui penghapusan gen dari virus