the quieter u are, the more u're able to hear ...

Menginstall ulang GRUB 2 [boot loader]

Sebenarnya sempat bingung juga ketika punya niat mo install ulang notebook yang dual boot windows dan linux. Terutama kalau yang harus diinstall ulang yang windows, karena mau tidak mau harus mengembalikan boot loader yang hilang karena proses instalasi ulang windows. Sebenarnya yang jadi sedikit masalah adalah Ubuntu yang saya install adalah 10.04 yang menggunakan GRUB 2 sebagai boot loadernya. Kalau menggunakan GRUB aja sudah ada tutorialnya, tapi kalau yang GRUB 2, ini yang harus ekstra kerja keras. Nah, di sini saya akan berbagi ilmu dengan rekan2 netters yang mengalami kesulitan yang sam.
Ini dia langkah demi lanhkahnya hha

1. Boot dengan Ubuntu LiveCD, terserah mo pakai yang mana, 9.10 atau 10.04 boleh, yang jelas ubuntu yang sudah mengadopsi GRUB 2 sebagai boot loadernya.
2. Buka terminal. Klik Applications | Accessories | Terminal (Nah mulai saat ini kita bekerja dengan Terminal alias Console  ) kemudian masuk sebagai super user
$sudo su[sudo]
password for ubuntu:
3. Tampilkan daftar partisi yang ada pada komputer anda.
# fdisk -l
4. Silakan dicermati dimana letak /root pada /dev/sda anda. Katakanlah partisi /root ada pada /dev/sda6. Mount partisi /root harddisk ke /mnt,
# mount /dev/sda6 /mnt/
5. Jika anda memiliki partisi /boot, misalkan ada pada partisi /dev/sda2, maka mounting sekalian partisi tersebut
# mount /dev/sda2 /mnt/boot/
6. Mount sisa perangkat dan beberapa hal lainnya yang diperlukan dalam chroot. ada beberapa perangkat yaitu :
# mount --bind /dev /mnt/dev
# mount --bind /proc /mnt/proc
# mount --bind /sys /mnt/sys
7. Kemudian chroot dengan system anda
# chroot /mnt
8. Kemudian update, install dan recheck GRUB 2 anda.
# update-grub
# grub-install /dev/sda
# grub-install --recheck /dev/sda
9. Selesai dan coba reboot komputer anda, keluar dari sistem LiveCD dan coba boot dengan harddisk...
Tulisan diatas sudah dicoba dan berhasil.. kalau masih ada yang kurang bisa ditambahkan...

Mount Flash di Linux text

Flashdisk sangat di perlukan di masa sekarang selain fungsi dan ke gunaannya serta ukurannya yang kecil.harganya juga terjangkau .Untuk pengguna Baru linux, mount flashdisk sangat kesulitan. di linux, Semua hardware yang terbaca di baca sebagai File pada Linux. Periksalah /dev directory untuk melihat device apa yang tersedia pada linux pc anda.
untuk mount flashdisk Tidak sulit. berikut ini cara mounting/ membaca flashdisk:

1. Perintah di bawah ini berfungsi untuk menampilkan file yg berawalan sda dandi tampilkan dalam text.

#dmesg | grep sda

2. Setelah melihat device anda, buatkan mount point

#mkdir /mnt/sda

3. Mount flashdisk pada /mnt/sda

# mount /dev/sda /mnt/sda (di asumsikan flashdisk di buta pada /dev/sda)

untuk auto mount, kita masukan beberapa perintah tambahan pada /etc/fstab files..
di asumsikan flashdisk kita berada pada “/dev/sda” kita add :

/dev/sda /mnt/sda auto user,rw,auto 0 0

Device yg terbaca bukan hanya “/dev/sda”,kadang kadang juga bisa berupa :

/dev/sda1
/dev/sdb
/dev/sdb1
/dev/sdc
/dev/sdc1
/dev/sdd
/dev/sdd1

Tapi pada umumnya berada di “/dev/sda” sampai “/dev/sdc1″..
Tapi pada saat sekarang ini distro terbaru dapat melakukan mounting Flashdisk secara otomatis

Cara unmount/Remove flashdisk?
Tinggal kita ketikan perintah di bawah ini
# umount /mnt/sda
# eject /dev/sda
Mungkin untuk sebagian orang menganggap bahwa cara ini agak rumit, tapi jika kita suda terbiasa akan sangat mudah….yang terpenting adalah kemauan kita untuk belajar sesuatu…..

Kini Manusia Dapat Jelajahi Matahari!

ESA mengembangkan software baru yang memuat seluruh pustaka gambar observatorium matahari dan heliospheric SOHO. Software ini tersedia bagi siapa saja, dan kapan saja.
JHelioviewer merupakan software visualisasi baru yang memungkinkan orang menjelajahi matahari. Software ini dikembangkan dalam proyek Helioviewer NASA/ESA. Software ini menyediakan program desktop yang memungkinkan pengguna melihat gambar matahari 15 tahun terakhir.
Lebih dari satu juta gambar SOHO sudah bisa diakses, dan gambar baru dari Solar Dynamics Observatory NASA akan ditambahkan tiap harinya. JHelioviewer dapat diunduh di Helioviewer.org.
Pengguna dapat membuat film tentang matahari menggunakan software ini. Selain itu, pengguna dapat mewarnai gambar itu sesuai keinginan, dan proses gambar film akan berlangsung secara real time. Film ini dapat diekspor ke berbagai format.
“Kami ingin gambar matahari dari observatorium dan instrumen berbeda dapat dilihat dengan mudah. Kami juga ingin agar pengguna mudah membuat filmnya,” kata Deputy Project Scientist SOHO ESA Daniel Mueller.
JHelioviewer ditulis dalam bahasa pemrograman Java, hal tersebut diwakili ‘J’ di awal nama. Software ini merupakan open-source, artinya semua komponen tersedia gratis sehingga orang dapat membantu meningkatkan program ini.
Kode dalam software dapat digunakan kembali untuk tujuan lain. “Tujuan JHelioviewer, dan Proyek Helioviewer secara keseluruhan adalah menawarkan antarmuka intuitif dataset besar dari berbagai sumber. Hasilnya, observatorium virtual ini,” kata Mueller.
JHelioviewer dapat diunduh dari http://jhelioviewer.org/. Software ini dapat berjalan di Mac, Windows, atau Linux

Baju Robot Bantu Orang Lumpuh Berjalan Kembali

Cyberdyne Jepang terkenal sebagai perusahaan pembuat senjata penghancur nuklir dan robot pembunuh. Kini, perusahaan itu membuat robot yang dapat membantu orang cacat.
Perusahaan ini membuat sebuah perangkat tulang robot yang disebut Hybrid Assistive Limb (HAL). Perangkat ini akan membantu mereka penderita kelumpuhan agar dapat kembali berjalan.
Perangkat ini memberi kekuatan pada pemakainya dengan mengantisipasi dan mendukung gerakan-gerakan tubuh pengguna menggunakan sensor yang memonitor sinyal listrik yang dikirim otak ke otot.
HAL memiliki banyak potensi aplikasi, mulai dari membantu pengasuh mengangkat orang hingga membantu pekerja bangunan atau bahkan petugas pemadam kebakaran.
Menurut CEO Cyberdyne dan profesor di University of Tsukuba Yoshiyuki Sankai, setelah tiga minggu pelatihan HAL, seorang pria penderita cedera otak mampu berdiri lagi di atas kedua kakinya sendiri setelah sembilan tahun berada di kursi roda. Seperti dikutip dari Strait Times, perusahaan ini sekarang bersiap-siap memproduksi massal perangkat ini.

Inilah Cara Lebah Melihat Dunia

Ilmuwan telah mengembangkan FReD (floral reflectance database) yang berisi data warna bunga. FReD menguak akan tampak seperti apa warna-warna itu pada lebah.
Studi ini dilakukan oleh peneliti di Queen Mary, University of London dan Imperial College London. Peneliti mencatat bahwa warna bunga tak mempengaruhi sistem visual serangga penyerbuk.
Pada lebah, mereka memiliki mekanisme deteksi warna yang sama sekali berbeda dengan manusia. Lebah dapat melihat warna di luar kemampuan manusia dalam kisaran ultra-violet (UV).
“Studi ini menyoroti bahwa dunia yang kita lihat tergantung pada lingkungan binatang yang beroperasi di dalamnya,” kata Profesor Lars Chittka dari School of Biologi and Chemical Sciences Queen Mary.
Chittka dan timnya mengukur reflektansi spektral sejumlah bunga di lokasi yang berbeda dan menganalisa bagaimana lebah melihatnya. Mahasiswa PhD Queen Mary Sarah Arnold juga terlibat dalam proyek itu, ia mengatakan, “Kami menciptakan database di mana warna bunga diindeks dari sudut pandang penyerbuk.
Untuk pertama kalinya, database ini memungkinkan kita menganalisis tren global warna bunga. Misalnya, bagaimana warna bunga berubah di daerah dengan radiasi UV yang tinggi. Terdapat banyak aplikasi yang mungkin dilkukan untuk para ilmuwan di berbagai bidang