skip to main |
skip to sidebar
Maskapai penerbangan KLM asal Belanda mengatakan bahwa pihaknya berencana gunakan daur ulang minyak goreng sebagai bahan bakar Biofuel, untuk kekuatan penerbangan dari dan menuju Perancis.
KLM mengatakan bahwa mulai bulan September mereka akan memulai penerbangan antara Paris dan Amsterdam dengan menggunakan bahan bakar biofuel yang terbuat dari minyak goreng bekas.
Seperti yang dilansir The Straits Times, Kamis (23/6/2011), Direktur KLM, Camile Eurlings, menyatakan bahwa sebuah maskapai tidak perlu merubah mesin pesawat untuk menggunakan bahan bakar biofuel.
Langkah penggunaan bahan bakar biofuel ini dimaksudkan oleh pihak maskapai untuk membantu mengurangi emisi karbon KLM yang memiliki dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati serta pasokan pangan.
Eurlings juga menambahkan, agar pihaknya segera diberikan otoritas untuk menggunakan bahan bakar baru tersebut untuk penerbangannya.

Penemuan terakhir menyatakan bahwa William Shakespeare menghisap ganja, coba dibuktikan oleh sekelompok ahli paleontologi ingin menggali makamnya untuk membuktikan teori tersebut.
Francis Thackeray, seorang anthropolog dan Direktur dari Institute for Human Evolution di University of Witwatersrand di Johannesburg, Afrika Selatan, telah membuat sebuah permintaan resmi ke pihak Church of England untuk menggali makam Shakespeare. Demikian seperti yang dikutip dari Raw Story, Senin (27/6/2011).
"Kami memiliki teknik khusus untuk meneliti makam tersebut. Kami pun tidak bermaksud sama sekali untuk memindahkan jasadnya," jelas Thackeray.
Setelah meneliti makam tersebut, tim yang dipimpin oleh Thackeray berharap dapat mengetahui lebih mengenai kehidupan Shakespeare, bahkan sampai penyebab kematiannya.
"Pertumbuhan pada gigi mampu menunjukkan masa-masa ketika Shakespeare mengalami stres atau demam. Sebagai contoh, plak pada gigi, hal tersebut banyak menewaskan orang di era tahun 1600," ujarnya.
Tes lebih lanjut juga bisa meneliti apakah Shakespeare juga menghisap ganja. "Jika kami menemukan lekuk di giginya, maka hal tersebut bisa menjelaskan kalau ia menghisap pipa untuk merokok," papar Thackeray.
Sebelumnya, penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 menemukan sebuah pipa hisap di halaman rumah Shakespeare. Hal tersebut menunjukkan bahwa Shakespeare mungkin memiliki kebiasaan menghisap ganja.
"Meski kandungan ganja sangat sedikit ditemukan di pipa tersebut, tapi buktinya tetap ada," kata Tommy Van Der Merwe, yang mengujicobakan pipa tersebut di Forensic Science Laboratory, Afrika Selatan.
Bahkan beberapa puisi karya William Shakespeare juga menyebutkan kata 'ganja' atau yang berhubungan dengannya.
William Shakespeare adalah penyair berkebangsaan Inggris, yang disebut sebagai salah satu penyair terbaik sepanjang masa.

Sekelompok arkeolog dari National Institute of Anthropology and History (INAH) di Meksiko, baru-baru ini menemukan 116 makam berusia lebih 1.000 tahun. Makam-makam ini dekat dengani situs Maya di wilayah selatan Meksiko.
Seperti yang dikutip dari Reuters, Kamis (30/6/2011), makam-makam tersebut ditemukan dekat reruntuhan bangunan Maya di Comalcalco, negara bagian Tabasco, Meksiko.
Pihak INAH mengatakan bahwa di situs lokasi ditemukan 66 kerangka di dalam jambangan pemakaman, lalu potongan-potongan tulang lainnya juga ditemukan di sekeliling jambangan tersebut.
Penelitian ini berhasil menemukan banyak kerangka, yang dipercaya oleh para ilmuwan merupakan yang terbanyak wilayah tersebut. Para arkeolog yang melakukan penelitian percaya bahwa situs tersebut merupakan makam dari kebudayaan pra-Hispanik.
Makam-makam tersebut ditemukan di dalam gundukan tanah tebal, yang berjarak 2,8 km ke utara dari situs Great Acropolis di Comalcalco.
"Situs ini akan menyediakan informasi yang sangat berharga. Ekspedisi selama 35 hari yang kami lakukan berhasil menemukan 116 kerangka," ujar Richardo Armijo, kordinator di lokasi penggalian.
Armijo juga mengatakan bahwa 66 jambangan besar yang ditemukan beserta kerangka di dalamnya, membuktikan bahwa yang dikubur merupakan kaum terpandang suku Maya.
Benda-benda lainnya yang juga ditemukan di lokasi pemakaman tersebut adalah peluit, keramik, pisau, golok, batuan ukir, dan lain-lain.
Para arkeolog yang meneliti situs tersebut percaya bahwa makam-makam tersebut berusia 1.161 sampai 1.200 tahun.
Suku Maya banyak membangun kuil di selatan Meksiko dan Amerika Tengah pada 750 sampai 850 tahun sesudah masehi. Mereka mendominasi kedua wilayah tersebut selama dua ribu tahun, sebelum akhirnya secara misterius meninggalkan kota-kota mereka pada tahun 900 sesudah masehi.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh lembaga sains asal Amerika Serikat (AS) berhasil menemukan sekira 300 spesies baru hewan dan tumbuhan di Filipina, termasuk seekor hiu jenis baru yang dapat mengembangkan tubuhnya.
California Academy of Sciences mengatakan bahwa mereka telah menemukan lebih dari 300 spesies baru hewan dan tumbuhan, dalam ekspedisi laut dan darat yang dilakukan selama 42 hari di Filipina. Demikian seperti yang dikutip dari AFP, Kamis (30/6/2011).
"Filipina merupakan salah satu tempat terbaik untuk mencari keanekaragaman hayati di Bumi," tulis Terrence Gosliner, pimpinan ekspedisi tersebut, dalam sebuah postingan di situs California Academy of Sciences
"Keankeragaman hayati di sini masih belum terlalu diketahui, dan kami menemukan spesies baru tiap kali melakukan ekspedisi di negara ini. Entah itu di terumbu karang maupun di hutan," tambahnya.
Penemuan dari ekspedisi ini yang paling menarik adalah seekor ikan hiu laut dalam yang dapat membesarkan ukurannya dengan cara mengisi perutnya dengan air. Hal ini mereka lakukan demi menakut-nakuti musuh mereka. Selain itu juga ada jenis bintang laut yang hanya memakan kayu apung.
Sampai saat ini kelompok ekspedisi tersebut masih mempelajari sampel-sampel yang sudah dikumpulkan, serta membandingkannya dengan literatur sains yang sudah ada. "Untuk jumlah pastinya akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan," ujar para ilmuwan.
Para ilmuwan yang terlibat juga mengatakan bahwa ekspedisi ini membuktikan bahwa Filipina merupakan salah satu tempat keanekaragaman hayati terkaya di Bumi.

Pesawat ulang-alik Atlantis siap untuk berangkat untuk misi terakhirnya ke Internasional Space Station (ISS) pada tanggal 8 Juli, ungkap pihak National Aeronautics and Space Administration (NASA).
NASA mengatakan bahwa Atlantis akan berangkat dari Kennedy Space Center di Florida pada pukul 11:26 pagi waktu setempat. Demikian seperti yang dikutip dari AFP, Rabu (29/6/2011).
"Para petinggi NASA dalam rapatnya sudah membahas misi Atlantis secara keseluruhan, termasuk peralatan, sistem dukungan, resiko dan kesiapan kru," ujar pihak NASA.
Misi terakhir dari pesawat yang sudah berumur 30 tahun tersebut bernama STS-135, dan akan berlangsung selama 12 hari. Misi tersebut akan menyertakan empat awak astronot Amerika Serikat (AS).
Setelah Atlantis kembali ke Bumi, program pesawat ulang-alik AS akan resmi berakhir, membuat Russia sebagai sebagai satu-satunya negara yang mampu menerbangkan manusia ke luar angkasa.
Namun perusahaan-perusahaan swasta kini sudah bersaing untuk membuat generasi terbaru pesawat luar angkasa, yang nantinya proses tender akan dilakukan oleh pihak NASA.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa pesawat luar angka generasi terbaru tersebut baru akan selesai pada tahun 2015.